Tuesday, November 8, 2011

Pendidikan Berbasis Produksi - BLPT Yogyakarta


Sudah cukup banyak model yg kita kenal dalam dunia pendidikan. salah satu model pendidikan adalah pendidikan berbasis produksi (Production Based Education). Sebenarnya model ini menganut konsep bahwa praktik ssiwa harus menghasilkan suatu barang yang laku untuk dijual. oleh karena itu seluruh persyaratan tentang kriteria barang produksi wajib dipenuhi dlm upaya menghasilkan barang yg memiliki nilai jual di masyarakat.

- Pendidikan berbasis produksi adalah proses pendidikan keahlian atau keterampilan yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja sesungguhnya (real job) untuk menghasilkan barang atau jasa yang sesuai tuntutan pasar atau konsumen. PBE menekankan pembelajaran, di mana siswa dapat melakukan kegiatan produksi atau jasa yang memenuhi standar Dunia Usaha/Dunia Industri dan masyarakat. PBE juga dapat diartikan sebagai Kurikulum Implementatif yang dibuat bersama antara sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri.

- PBE diharapkan mampu mewujudkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam bentuk keterampilan nyata, yang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara optimal. Selain itu PBE juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri. Serta membentuk sikap profesional/wirausahawan yang produktif (menghargai waktu, jujur, percaya diri, menjunjung tinggi etika dan profesi, disiplin, cinta pekerjaan, bertanggungjawab terhadap tugas dan mandiri).

- Secara fungsi, Production Based Education (PBE), dapat dijadikan tempat perwujudan konsep link and match (keterkaitan dan kesepadanan) bagi SMK yang dikelola dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan Berbasis Produksi, Prakerin/Pendidikan Sistem Ganda (PSG). PBE juga dapat dijadikan tempat pelatihan nyata (on the job training) bagi siswa-siswi SMK, sebagai wadah untuk menjalin kerja sama antara Dunia Pendidikan dan Dunia Industri serta masyarakat serta sebagai tempat eksperimen dan pengembangan ide-ide baru yang bermanfaat bagi perkembangan Iptek.

- Karakteristik/Ciri-ciri Implementasi Program PBE antara lain mengarah pelayanan industri, menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, sebagai sarana nyata pelatihan bagi guru, staf dan siswa, mewujudkan produk berkualitas dan mampu bersaing, meningkatkan kualitas pendidikan dengan standar industri, serta penunjang biaya operasional pendidikan dan pengembangan institusi.

- Dalam pelaksanaannya, PBE memerlukan link and match (keselarasan dan kesepadanan) antara tiga unsur, yaitu kurikulum di sekolah, industri dan unit dan jasa (UPJ) di sekolah. UPJ merupakan salah satu wadah kegiatan yang menjembatani antara kurikulum di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri.

- Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta merupakan lembaga dengan predikat BLUD yg bergerak dibidang pendidikan teknik menggunakan konsep PBE (Production Based Education).

- Peserta pelatihan di BLPT terbagi 2 yaitu (1) peserta reguler yg berasal siswa SMKN 2 dan SMKN 3 Yogyakarta (2) peserta non reguler yg berasal dari luar SMKN 2 dan SMKN 3 YK.

- Kurikulum yg digunakan untuk peserta reguler adalah KTSP sementara non reguler berbentuk paket program diklat yg telah diperhitungkan cost dan waktu pemenuhan diklat tsb. biasanya peserta diklat non reguler berasal dari luar Yogyakarta. BLPT juga menyediakan penginapan bagi mereka yg berasal dari luar Yogyakarta dan mengikuti program diklat di BLPT

- Selain kelengkapan alat praktik maka BLPT juga menyediakan konselor bagi siswa yg praktik di sana

Berikut ini company profile dari BLPT Yogyakarta
silakan di download

sumber utama : BLPT Yogyakarta

No comments:

Tuesday, November 8, 2011

Pendidikan Berbasis Produksi - BLPT Yogyakarta


Sudah cukup banyak model yg kita kenal dalam dunia pendidikan. salah satu model pendidikan adalah pendidikan berbasis produksi (Production Based Education). Sebenarnya model ini menganut konsep bahwa praktik ssiwa harus menghasilkan suatu barang yang laku untuk dijual. oleh karena itu seluruh persyaratan tentang kriteria barang produksi wajib dipenuhi dlm upaya menghasilkan barang yg memiliki nilai jual di masyarakat.

- Pendidikan berbasis produksi adalah proses pendidikan keahlian atau keterampilan yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja sesungguhnya (real job) untuk menghasilkan barang atau jasa yang sesuai tuntutan pasar atau konsumen. PBE menekankan pembelajaran, di mana siswa dapat melakukan kegiatan produksi atau jasa yang memenuhi standar Dunia Usaha/Dunia Industri dan masyarakat. PBE juga dapat diartikan sebagai Kurikulum Implementatif yang dibuat bersama antara sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri.

- PBE diharapkan mampu mewujudkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam bentuk keterampilan nyata, yang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara optimal. Selain itu PBE juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri. Serta membentuk sikap profesional/wirausahawan yang produktif (menghargai waktu, jujur, percaya diri, menjunjung tinggi etika dan profesi, disiplin, cinta pekerjaan, bertanggungjawab terhadap tugas dan mandiri).

- Secara fungsi, Production Based Education (PBE), dapat dijadikan tempat perwujudan konsep link and match (keterkaitan dan kesepadanan) bagi SMK yang dikelola dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan Berbasis Produksi, Prakerin/Pendidikan Sistem Ganda (PSG). PBE juga dapat dijadikan tempat pelatihan nyata (on the job training) bagi siswa-siswi SMK, sebagai wadah untuk menjalin kerja sama antara Dunia Pendidikan dan Dunia Industri serta masyarakat serta sebagai tempat eksperimen dan pengembangan ide-ide baru yang bermanfaat bagi perkembangan Iptek.

- Karakteristik/Ciri-ciri Implementasi Program PBE antara lain mengarah pelayanan industri, menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, sebagai sarana nyata pelatihan bagi guru, staf dan siswa, mewujudkan produk berkualitas dan mampu bersaing, meningkatkan kualitas pendidikan dengan standar industri, serta penunjang biaya operasional pendidikan dan pengembangan institusi.

- Dalam pelaksanaannya, PBE memerlukan link and match (keselarasan dan kesepadanan) antara tiga unsur, yaitu kurikulum di sekolah, industri dan unit dan jasa (UPJ) di sekolah. UPJ merupakan salah satu wadah kegiatan yang menjembatani antara kurikulum di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri.

- Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta merupakan lembaga dengan predikat BLUD yg bergerak dibidang pendidikan teknik menggunakan konsep PBE (Production Based Education).

- Peserta pelatihan di BLPT terbagi 2 yaitu (1) peserta reguler yg berasal siswa SMKN 2 dan SMKN 3 Yogyakarta (2) peserta non reguler yg berasal dari luar SMKN 2 dan SMKN 3 YK.

- Kurikulum yg digunakan untuk peserta reguler adalah KTSP sementara non reguler berbentuk paket program diklat yg telah diperhitungkan cost dan waktu pemenuhan diklat tsb. biasanya peserta diklat non reguler berasal dari luar Yogyakarta. BLPT juga menyediakan penginapan bagi mereka yg berasal dari luar Yogyakarta dan mengikuti program diklat di BLPT

- Selain kelengkapan alat praktik maka BLPT juga menyediakan konselor bagi siswa yg praktik di sana

Berikut ini company profile dari BLPT Yogyakarta
silakan di download

sumber utama : BLPT Yogyakarta

No comments:

.