Tuesday, April 15, 2014

Mata, Pikiran dan Hati



Bahan diskusi 14 - 22 April 2014


“….saat aku mengajar siswaku dengan pikiran, tenaga dan sepenuh hati, maka Tuhan juga memberi hal yang sama pada anakku kelak dikemudian hari….”
Tahukah kita bahwa uang dapat dilihat dari berbagai segi yang menghadirkan implementasi berbeda. Berikut ini ilustrasi sudut pandang akan uang dari seorang pengamen:
a.       PENGAMEN PERTAMA yang menyanyikan lagu sambil menghampiri pengunjung sebuah warung makan.  Sebelum lagunya selesai dinyanyikan dia langsung buru-buru menyodorkan kaleng ke pengunjung yang sedang makan dengan harapan mendapatkan uang receh. Pengunjung sebagian besar tidak menikmati dan memberi uang sekedarnya bahkan meminta pengamen itu menjauh sebab cukup mengganggu kenikmatan pengunjung dalam menyantap makanan. Pengamen pertama memandang uang dari mata….. makanya ada istilah “mata duitan” J 
b.       PENGAMEN KEDUA duduk di pojok sebuah warung makan, dia tidak menghampiri pengunjung dan hanya meletakkan kaleng di depannya. Dia kemudian memainkan lagu-lagu yang sedang trend dan disenangi sebagian besar pengunjung. Tanpa merasa tertekan dan buru-buru, pengunjung menikmati lagu pengamen tersebut dan dengan sukarela menghampiri pengamen tersebut untuk memasukkan uang ke dalam kaleng. Pengamen kedua memandang uang dari pikirannya.
c.       PENGAMEN KETIGA menggunakan pendekatan yang berbeda, dia menanyakan pada tiap pengunjung lagu yang disukai dan menyanyikannya dengan penuh harmoni. Dia bahkan menayanyi tanpa mengharapkan imbalan dari pengunjung, dengan tidak menyiapkan kaleng tempat uang sebab pengamen tersebut menganggap musik adalah hidupnya. Pengamen ketiga memandang uang dari hatinya.
Berdasarkan ilustrasi di atas maka menarik untuk dicoba menempatkan profesi pengajar dalam 3 sudut pandang yaitu mata, pikiran dan hati. Berikut ini 3 sudut pandang dalam mengajar yang jamak kita temui dalam proses pembelajaran di sekolah:
a.       MENGAJAR DENGAN MATA
Mengajar artifisial dimana guru mengajar menggunakan buku paket yang sudah ada dan banyak digunakan oleh orang lain tanpa menganalisis kebutuhan siswa. Guru tersebut juga sering memberikan tugas pada siswanya hanya agar siswa tidak ribut dan menutupi ketidakmampuannya lewat tugas yang ada pada buku. Bahkan bahayanya guru bersangkutan hanya menilai siswa dari looks (tampilan) siswa, tugas yang diberikan tidak memberi pengaruh dominan, namun kedekatan dengan guru tersebut lebih utama, sehingga nilai yang diberikan juga cenderung tidak berdasar bahkan tidak punya portofolio yang bisa dipertanggungjawabkan.
b.      MENGAJAR DENGAN PIKIRAN
Level ini lebih tinggi sebab mengajar sudah menyiapkan berbagai perangkat standar yang dibutuhkan seorang pengajar profesional. Pendekatan lebih objektif dengan penilaian yang transparan dan akuntabel. Siswa diajak berpikir logis dalam belajar lewat model pembelajaran yang variatif. Gairah belajar siswa meningkat dengan keefektifan guru dalam menerapkan model pembelajaran. Guru bersangkutan juga menyiapkan media dan bahan ajar yang sesuai kebutuhan siswa serta tidak hanya mengandalkan buku paket (LKS) yang sudah ada.
c.       MENGAJAR DENGAN HATI
Level tertinggi yang sudah mengkombinasi pengajaran dengan pikiran yang didekatkan pada hati. Pada taraf ini pengajar sudah memahami individual differencies. Guru tertarik untuk melihat sebagian kecil siswa yang masih belum paham dengan paparannya. Mencarikan solusi siswa tersebut agar paham dan bisa mengerjakan soal yang diberikan. Dia bahkan menjadualkan tambahan waktu sore hari dengan siswa yang sudah ditentukan berdasarkan analisis kebutuhannya. Guru ini juga mulai mencari background siswa (ekonomi dan permasalahan keluarga yang langsung mempengaruhi siswa). Secara umum dia menganggap siswa adalah bagian dari dirinya sehingga perlakuannya juga sangat komprehensif namun tetap bertumpu pada objektifitas dan transaparansi dalam penilaian akhir. Prinsip yang ada dalam dirinya adalah “….saat aku mengajar siswaku dengan pikiran, tenaga dan sepenuh hati, maka Tuhan juga akan memberi hal yang sama pada anakku kelak dikemudian hari….”
Jadi ada di manakah kita sebagai pengajar diantara 3 level tersebut,…..hanya diri kita dan Tuhan yang mengetahuinya. J (by sya)

Bahan diskusi
a. Apakah guru dengan level mata banyak kamu jumpai dikelasmu? jelaskan perilaku mereka saat mengajar!
b. Guru dengan level apakah yang kamu idolakan? Jelaskan kenapa!

Monday, March 24, 2014

Ala Pemadam Kebakaran

Artikel ini merupakan bahan diskusi utk dikomentari siswa Tek. Inst. Tenaga Listrik Periode 1 - 6 April 2014


“………..Guru adalah agen perubahan yang bertindak secara profesional menggunakan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan khususnya pada Tuhan YME…….”

Coba kita cermati contoh berikut ini:
a.       Jika terjadi kebakaran maka petugas pemadam kebakaran menjadi pihak pertama yang kita andalkan untuk memadamkan api
b.       Pencuri atau perampok yang tertangkap oleh polisi kemudian dipenjarakan.
c.       Kebiasaan dokter memberi obat penurun demam jika kita mengeluh panas dingin sepanjang tubuh, atau pereda rasa nyeri saat kita mengeluh sakit gigi
d.       KPK sebagai lembaga anti korupsi menangkap pelaku koruptor yang mencuri uang negara

Secara standar memang pemadam kebakaran bertugas memadamkan api yang berkobar, polisi seyogyanya bertugas memberikan rasa aman pada masyarakat dengan menindak para pencuri dan perampok serta memasukkan mereka ke penjara, sementara itu para medis atau dokter memberikan pengobatan sesuai dengan hasil pemeriksaaan terhadap keluhan yang diutarakan pasien. Senada dengan KPK yang memiliki tugas utama memberantas korupsi, memang sudah pekerjaanya menangkap koruptor yang “menilap” uang negara.

Tidak ada yang salah dengan kondisi di atas namun jika ditarik garis lurus maka keempat contoh di atas memiliki kondisi serupa yaitu tindakan yang diberikan bersifat kuratif, semuanya dilakukan setelah peristiwa itu terjadi. Bila diperhatikan dengan teliti maka ada hal yang menarik yaitu:
a.       Pemadam kebakaran belum optimal mensosialisasikan pentingnya pencegahan akan timbulnya kebakaran seperti penggunaan listrik yang berlebihan/tidak standar, penggunaan kompor gas yang tidak aman dan lain-lain
b.       Pihak kepolisian sejatinya memiliki binmas yang bertujuan membimbing masyarakat untuk mencegah terjadi peristiwa perampokan atau pencurian
c.       Dokter lewat hasil pemeriksaan laboratorium akan mengetahui penyebab terjadi demam yang mungkin disebabkan gigitan nyamuk sehingga perlu penerapan lingkungan yang bersih dari jentik nyamuk, atau saat gigi sudah tidak sakit maka sesegeranya dilakukan tindakan pencegahan seperti menambal atau mencabut gigi tersebut
d.       KPK lewat instansi terkait menerapkan aturan yang mempersempit ruang terjadinya korupsi seperti e-budgetting, atau lelang elektronik dan lain-lain
Hal-hal di atas memiliki tujuan yang sama yaitu pentingnya pencegahan/preventive action.

Apa kaitannya dengan pendidikan?
Jamak kita temukan model problem solving di dunia pendidikan yang “ala pemadam kebakaran” yaitu hanya bersifat sesaat (kuratif) tapi tidak menyentuh substansi masalah. Oleh karena itu seringkali berulang, perhatikan apakah hal ini masih terjadi:
a.       Proses assesment/evaluasi pembelajaran hanya mengacu pada hasil tanpa memperhatikan proses sehingga pengajar biasa terkondisikan untuk “mengatrol” nilai siswa di atas KKM
b.       Pelanggaran disiplin siswa diomeli secara fisik seperti lari, push up atau dijemur disertai omelan verbal lainnya namun lupa mengetahui atau berusaha memikirkan sebuah sistim pencegahan tindakan indisipliner tersebut
c.       Penggunaan fasilitas pembelajaran seperti alat praktikum, fasilitas laboratorium dan kelengkapan pembelajaran lainnya yang jika terjadi kerusakan atau kehilangan hanya dicarikan “alasan” yang tepat sebagai bahan berita acara kehilangan tanpa diupayakan pencegahan
d.       Pengajar yang “bolos” hanya dicari alasannya dan mengupayakan petugas piket untuk mengisi jam kosong dengan “memaksa” siswa untuk lagi-lagi “mencatat”
e.       Dan lain-lain, masih banyak kan…. J

Jika sistem benar-benar dibuat dan diterapkan maka model problem solving “ala pemadam kebakaran” akan bisa dihindari contohnya assesment/evaluasi pembelajaran jika diproses secara dini sejak tingkat terendah setiap semester dan dipecah lagi tiap SKKD maka “nilai katrol” atau “nilai ajaib” tersebut bisa dihindarkan. Di atas semua itu perlu kita ingat bahwa guru adalah agen perubahan yang bertindak secara profesional menggunakan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan khususnya pada Tuhan YME. Di tangan kita mental generasi bangsa dibentuk, proses harus dijalani sebab pembelajaran bertumpu pada proses bukan hasil semata. Benar dan salah mental bangsa ini menjadi bagian terbesar dari tanggungjawab kita sebagai pendidik.
so lets move its on your hands now.....

Menurutmu manakah yg lebih kamu pilih,  naik kelas dgn nilai "belas kasihan" atau tinggal kelas tapi nilai murni usaha sendiri?

Silakan beri komentarmu, jangan lupa beri nama dan kelas agar bernilai point pd Jurnalmu

Thursday, September 26, 2013

Friday, August 2, 2013

Rangkaian Listrik (RLIS)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. RLIS-1
2. RLIS-2
3. RLIS-3
4. RLIS-4&5
5. RLIS-6
6. RLIS-7&8
7. RLIS-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Pekerjaan Mekanik Dasar (PMD)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PMD-1
2. PMD-2
3. PMD-3
4. PMD-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Pengukuran Listrik (PLIS)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PLIS-1
2. PLIS-2
3. PLIS-3
4. PLIS-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Inst Penerangan dan Tenaga pada Bangunan Bertingkat (PLBB/TLBB)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PLBB-1
2. PLBB-2
3. PLBB-3
4. PLBB-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Tuesday, April 15, 2014

Mata, Pikiran dan Hati



Bahan diskusi 14 - 22 April 2014


“….saat aku mengajar siswaku dengan pikiran, tenaga dan sepenuh hati, maka Tuhan juga memberi hal yang sama pada anakku kelak dikemudian hari….”
Tahukah kita bahwa uang dapat dilihat dari berbagai segi yang menghadirkan implementasi berbeda. Berikut ini ilustrasi sudut pandang akan uang dari seorang pengamen:
a.       PENGAMEN PERTAMA yang menyanyikan lagu sambil menghampiri pengunjung sebuah warung makan.  Sebelum lagunya selesai dinyanyikan dia langsung buru-buru menyodorkan kaleng ke pengunjung yang sedang makan dengan harapan mendapatkan uang receh. Pengunjung sebagian besar tidak menikmati dan memberi uang sekedarnya bahkan meminta pengamen itu menjauh sebab cukup mengganggu kenikmatan pengunjung dalam menyantap makanan. Pengamen pertama memandang uang dari mata….. makanya ada istilah “mata duitan” J 
b.       PENGAMEN KEDUA duduk di pojok sebuah warung makan, dia tidak menghampiri pengunjung dan hanya meletakkan kaleng di depannya. Dia kemudian memainkan lagu-lagu yang sedang trend dan disenangi sebagian besar pengunjung. Tanpa merasa tertekan dan buru-buru, pengunjung menikmati lagu pengamen tersebut dan dengan sukarela menghampiri pengamen tersebut untuk memasukkan uang ke dalam kaleng. Pengamen kedua memandang uang dari pikirannya.
c.       PENGAMEN KETIGA menggunakan pendekatan yang berbeda, dia menanyakan pada tiap pengunjung lagu yang disukai dan menyanyikannya dengan penuh harmoni. Dia bahkan menayanyi tanpa mengharapkan imbalan dari pengunjung, dengan tidak menyiapkan kaleng tempat uang sebab pengamen tersebut menganggap musik adalah hidupnya. Pengamen ketiga memandang uang dari hatinya.
Berdasarkan ilustrasi di atas maka menarik untuk dicoba menempatkan profesi pengajar dalam 3 sudut pandang yaitu mata, pikiran dan hati. Berikut ini 3 sudut pandang dalam mengajar yang jamak kita temui dalam proses pembelajaran di sekolah:
a.       MENGAJAR DENGAN MATA
Mengajar artifisial dimana guru mengajar menggunakan buku paket yang sudah ada dan banyak digunakan oleh orang lain tanpa menganalisis kebutuhan siswa. Guru tersebut juga sering memberikan tugas pada siswanya hanya agar siswa tidak ribut dan menutupi ketidakmampuannya lewat tugas yang ada pada buku. Bahkan bahayanya guru bersangkutan hanya menilai siswa dari looks (tampilan) siswa, tugas yang diberikan tidak memberi pengaruh dominan, namun kedekatan dengan guru tersebut lebih utama, sehingga nilai yang diberikan juga cenderung tidak berdasar bahkan tidak punya portofolio yang bisa dipertanggungjawabkan.
b.      MENGAJAR DENGAN PIKIRAN
Level ini lebih tinggi sebab mengajar sudah menyiapkan berbagai perangkat standar yang dibutuhkan seorang pengajar profesional. Pendekatan lebih objektif dengan penilaian yang transparan dan akuntabel. Siswa diajak berpikir logis dalam belajar lewat model pembelajaran yang variatif. Gairah belajar siswa meningkat dengan keefektifan guru dalam menerapkan model pembelajaran. Guru bersangkutan juga menyiapkan media dan bahan ajar yang sesuai kebutuhan siswa serta tidak hanya mengandalkan buku paket (LKS) yang sudah ada.
c.       MENGAJAR DENGAN HATI
Level tertinggi yang sudah mengkombinasi pengajaran dengan pikiran yang didekatkan pada hati. Pada taraf ini pengajar sudah memahami individual differencies. Guru tertarik untuk melihat sebagian kecil siswa yang masih belum paham dengan paparannya. Mencarikan solusi siswa tersebut agar paham dan bisa mengerjakan soal yang diberikan. Dia bahkan menjadualkan tambahan waktu sore hari dengan siswa yang sudah ditentukan berdasarkan analisis kebutuhannya. Guru ini juga mulai mencari background siswa (ekonomi dan permasalahan keluarga yang langsung mempengaruhi siswa). Secara umum dia menganggap siswa adalah bagian dari dirinya sehingga perlakuannya juga sangat komprehensif namun tetap bertumpu pada objektifitas dan transaparansi dalam penilaian akhir. Prinsip yang ada dalam dirinya adalah “….saat aku mengajar siswaku dengan pikiran, tenaga dan sepenuh hati, maka Tuhan juga akan memberi hal yang sama pada anakku kelak dikemudian hari….”
Jadi ada di manakah kita sebagai pengajar diantara 3 level tersebut,…..hanya diri kita dan Tuhan yang mengetahuinya. J (by sya)

Bahan diskusi
a. Apakah guru dengan level mata banyak kamu jumpai dikelasmu? jelaskan perilaku mereka saat mengajar!
b. Guru dengan level apakah yang kamu idolakan? Jelaskan kenapa!

Monday, March 24, 2014

Ala Pemadam Kebakaran

Artikel ini merupakan bahan diskusi utk dikomentari siswa Tek. Inst. Tenaga Listrik Periode 1 - 6 April 2014


“………..Guru adalah agen perubahan yang bertindak secara profesional menggunakan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan khususnya pada Tuhan YME…….”

Coba kita cermati contoh berikut ini:
a.       Jika terjadi kebakaran maka petugas pemadam kebakaran menjadi pihak pertama yang kita andalkan untuk memadamkan api
b.       Pencuri atau perampok yang tertangkap oleh polisi kemudian dipenjarakan.
c.       Kebiasaan dokter memberi obat penurun demam jika kita mengeluh panas dingin sepanjang tubuh, atau pereda rasa nyeri saat kita mengeluh sakit gigi
d.       KPK sebagai lembaga anti korupsi menangkap pelaku koruptor yang mencuri uang negara

Secara standar memang pemadam kebakaran bertugas memadamkan api yang berkobar, polisi seyogyanya bertugas memberikan rasa aman pada masyarakat dengan menindak para pencuri dan perampok serta memasukkan mereka ke penjara, sementara itu para medis atau dokter memberikan pengobatan sesuai dengan hasil pemeriksaaan terhadap keluhan yang diutarakan pasien. Senada dengan KPK yang memiliki tugas utama memberantas korupsi, memang sudah pekerjaanya menangkap koruptor yang “menilap” uang negara.

Tidak ada yang salah dengan kondisi di atas namun jika ditarik garis lurus maka keempat contoh di atas memiliki kondisi serupa yaitu tindakan yang diberikan bersifat kuratif, semuanya dilakukan setelah peristiwa itu terjadi. Bila diperhatikan dengan teliti maka ada hal yang menarik yaitu:
a.       Pemadam kebakaran belum optimal mensosialisasikan pentingnya pencegahan akan timbulnya kebakaran seperti penggunaan listrik yang berlebihan/tidak standar, penggunaan kompor gas yang tidak aman dan lain-lain
b.       Pihak kepolisian sejatinya memiliki binmas yang bertujuan membimbing masyarakat untuk mencegah terjadi peristiwa perampokan atau pencurian
c.       Dokter lewat hasil pemeriksaan laboratorium akan mengetahui penyebab terjadi demam yang mungkin disebabkan gigitan nyamuk sehingga perlu penerapan lingkungan yang bersih dari jentik nyamuk, atau saat gigi sudah tidak sakit maka sesegeranya dilakukan tindakan pencegahan seperti menambal atau mencabut gigi tersebut
d.       KPK lewat instansi terkait menerapkan aturan yang mempersempit ruang terjadinya korupsi seperti e-budgetting, atau lelang elektronik dan lain-lain
Hal-hal di atas memiliki tujuan yang sama yaitu pentingnya pencegahan/preventive action.

Apa kaitannya dengan pendidikan?
Jamak kita temukan model problem solving di dunia pendidikan yang “ala pemadam kebakaran” yaitu hanya bersifat sesaat (kuratif) tapi tidak menyentuh substansi masalah. Oleh karena itu seringkali berulang, perhatikan apakah hal ini masih terjadi:
a.       Proses assesment/evaluasi pembelajaran hanya mengacu pada hasil tanpa memperhatikan proses sehingga pengajar biasa terkondisikan untuk “mengatrol” nilai siswa di atas KKM
b.       Pelanggaran disiplin siswa diomeli secara fisik seperti lari, push up atau dijemur disertai omelan verbal lainnya namun lupa mengetahui atau berusaha memikirkan sebuah sistim pencegahan tindakan indisipliner tersebut
c.       Penggunaan fasilitas pembelajaran seperti alat praktikum, fasilitas laboratorium dan kelengkapan pembelajaran lainnya yang jika terjadi kerusakan atau kehilangan hanya dicarikan “alasan” yang tepat sebagai bahan berita acara kehilangan tanpa diupayakan pencegahan
d.       Pengajar yang “bolos” hanya dicari alasannya dan mengupayakan petugas piket untuk mengisi jam kosong dengan “memaksa” siswa untuk lagi-lagi “mencatat”
e.       Dan lain-lain, masih banyak kan…. J

Jika sistem benar-benar dibuat dan diterapkan maka model problem solving “ala pemadam kebakaran” akan bisa dihindari contohnya assesment/evaluasi pembelajaran jika diproses secara dini sejak tingkat terendah setiap semester dan dipecah lagi tiap SKKD maka “nilai katrol” atau “nilai ajaib” tersebut bisa dihindarkan. Di atas semua itu perlu kita ingat bahwa guru adalah agen perubahan yang bertindak secara profesional menggunakan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan khususnya pada Tuhan YME. Di tangan kita mental generasi bangsa dibentuk, proses harus dijalani sebab pembelajaran bertumpu pada proses bukan hasil semata. Benar dan salah mental bangsa ini menjadi bagian terbesar dari tanggungjawab kita sebagai pendidik.
so lets move its on your hands now.....

Menurutmu manakah yg lebih kamu pilih,  naik kelas dgn nilai "belas kasihan" atau tinggal kelas tapi nilai murni usaha sendiri?

Silakan beri komentarmu, jangan lupa beri nama dan kelas agar bernilai point pd Jurnalmu

Thursday, September 26, 2013

Friday, August 2, 2013

Rangkaian Listrik (RLIS)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. RLIS-1
2. RLIS-2
3. RLIS-3
4. RLIS-4&5
5. RLIS-6
6. RLIS-7&8
7. RLIS-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Pekerjaan Mekanik Dasar (PMD)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PMD-1
2. PMD-2
3. PMD-3
4. PMD-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Pengukuran Listrik (PLIS)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PLIS-1
2. PLIS-2
3. PLIS-3
4. PLIS-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

Inst Penerangan dan Tenaga pada Bangunan Bertingkat (PLBB/TLBB)

merupakan salah satu mapel teknik instalasi tenaga listrik pada sekolah menengah kejuruan. Bagi kalian yg berminat dapat mengunduh materi yg telah disiapkan dan disusun secara mandiri dari berbagai sumber serta menjadi bahan ajar di SMKN 1 Paringin. Selain lewat blog ini kalian juga boleh berkunjung ke laman elearning smkn 1 paringin yg menyajikan mulai dari materi teori sampai praktikum dan dilengkapi dengan soal-soal quiz sampai ujian akhir. Jika kalian yg berada diluar komunitas SMKN 1 Paringin dan berkeinginan membuat akun pd elearning SMKN 1 Paringin dapat menghubungi admin lewat izuddinsyarif@yahoo.co.id atau bergabung pada facebook kami di intrikparingin@gmail.com

silakan klik
1. PLBB-1
2. PLBB-2
3. PLBB-3
4. PLBB-Praktikum

utk bisa mengunduh modul di atas kalian harus memiliki akun di 4shared.com

.